DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK Ma'arif 4-5 Tambakboyo

Jl. Raya Pabeyan Tambakboyo Tuban

A. IDENTITAS CALON PESERTA DIDIK

1. Nama Lengkap                           :

2. Jenis Kelamin                            :

3. Tempat Lahir                             :

4. Tanggal Lahir                            :

5. NISN                                             :

6. NIK                                                :

7. Agama                                          :

8. Alamat                                         :

Susie M. Whiteman

Laki - Laki

Susie M. Whiteman

2026-07-29

Islam

Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO: Kekayaan Nusantara di Panggung Dunia

Indonesia memiliki bentang kebudayaan yang luar biasa luas. Ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, sistem kepercayaan, tradisi lisan, seni pertunjukan, teknologi tradisional, hingga peninggalan arkeologis membentuk identitas budaya Nusantara yang terus hidup dari generasi ke generasi. Sebagian warisan tersebut telah memperoleh pengakuan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melalui sejumlah program internasional, terutama Warisan Budaya Takbenda, Warisan Dunia, dan Memory of the World.

Pengakuan UNESCO tidak hanya berkaitan dengan benda atau bangunan bersejarah. Sebuah tradisi memainkan alat musik, teknik membuat kapal, pengetahuan meracik jamu, keterampilan membatik, seni bela diri, hingga praktik sosial masyarakat dapat tercatat sebagai warisan budaya dunia. Karena itu, istilah warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO mencakup kekayaan yang sangat beragam, baik berupa peninggalan fisik maupun tradisi hidup.

Hingga daftar UNESCO terbaru yang tersedia, Indonesia memiliki 16 elemen dalam daftar dan register Warisan Budaya Takbenda UNESCO, termasuk Pantun yang tercatat pada 2025. Indonesia juga memiliki 10 properti dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, enam di antaranya merupakan situs budaya, sementara sisanya termasuk kategori alam.

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang Diakui UNESCO

Warisan Budaya Takbenda atau Intangible Cultural Heritage mencakup praktik, ekspresi, pengetahuan, keterampilan, serta perangkat budaya yang diwariskan dalam kehidupan masyarakat. UNESCO memiliki beberapa mekanisme pencatatan, termasuk Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding, serta Register of Good Safeguarding Practices.

Daftar Indonesia terus berkembang. Pada 2024 terdapat penambahan Reog Ponorogo, Kebaya, serta praktik dan ekspresi budaya yang berkaitan dengan Kolintang. Pada 2025, Pantun masuk dalam Representative List melalui nominasi multinasional Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Wayang

Wayang merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan paling penting dalam kebudayaan Indonesia. UNESCO mengakui Wayang Puppet Theatre pada 2003 sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity dan kemudian memasukkannya ke Representative List pada 2008.

Tradisi wayang berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari wayang kulit, wayang golek, hingga wayang orang. Pertunjukannya memadukan seni rupa, musik gamelan, sastra, cerita lisan, filsafat, humor, dan keterampilan seorang dalang. Cerita Ramayana dan Mahabharata memang memiliki pengaruh besar, tetapi masyarakat Nusantara mengembangkan kisah, karakter, bahasa, serta nilai lokal sehingga wayang mempunyai identitas tersendiri.

Dalang memiliki peran sentral karena bukan sekadar menggerakkan tokoh. Seorang dalang juga mengatur dialog, menyampaikan narasi, berinteraksi dengan penabuh gamelan, serta menyisipkan pesan sosial dan moral sesuai konteks pertunjukan.

Keris Indonesia

Keris juga tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Senjata tradisional ini memiliki kedudukan yang jauh melampaui fungsi praktis sebagai senjata. Dalam masyarakat tertentu, keris berkaitan dengan sejarah keluarga, simbol status, estetika, filosofi, hingga berbagai praktik budaya.

Pembuatan keris membutuhkan keterampilan khusus seorang empu. Bilahnya biasanya ditempa menggunakan kombinasi logam dan menghasilkan pola permukaan yang dikenal sebagai pamor. Bentuk bilah dapat lurus ataupun berlekuk, sementara jumlah lekukan atau luk sering memiliki makna tertentu dalam tradisi perkerisan.

Keris berkembang terutama di Jawa, tetapi tradisinya juga ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Batik Indonesia

Batik Indonesia dimasukkan UNESCO ke Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2009. Pengakuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting bagi popularitas batik sebagai identitas budaya Indonesia.

Batik dibuat melalui teknik pemberian malam atau lilin sebagai perintang warna pada kain. Teknik tradisional meliputi batik tulis menggunakan canting dan batik cap menggunakan alat berbentuk stempel. Proses pencelupan dan pelorodan kemudian menghasilkan komposisi motif yang khas.

Setiap daerah mengembangkan karakter batiknya sendiri. Yogyakarta dan Surakarta dikenal dengan tradisi batik keraton, Pekalongan mempunyai corak pesisir yang dinamis, Lasem terkenal dengan pengaruh budaya lintas komunitas, sementara Cirebon memiliki motif ikonik seperti Mega Mendung.

Motif tertentu juga mempunyai makna sosial dan simbolis. Parang, Kawung, Truntum, Sidomukti, dan berbagai pola lainnya berkembang bersama tradisi serta sejarah masyarakat pembuatnya.

Program Pendidikan dan Pelatihan Batik Pekalongan

Pada 2009, UNESCO juga mencatat program Education and Training in Indonesian Batik Intangible Cultural Heritage for Elementary, Junior, Senior, Vocational School and Polytechnic Students, in Collaboration with the Batik Museum in Pekalongan dalam Register of Good Safeguarding Practices.

Program tersebut menempatkan pendidikan sebagai salah satu sarana penting dalam pelestarian keterampilan membatik. Batik tidak hanya dipandang sebagai produk tekstil, tetapi juga sebagai pengetahuan budaya yang perlu diteruskan kepada generasi berikutnya melalui pembelajaran langsung.

Angklung Indonesia

Angklung Indonesia masuk Representative List UNESCO pada 2010. Alat musik berbahan bambu ini menghasilkan bunyi ketika tabung-tabung bambunya digoyangkan sehingga saling bergetar.

Salah satu karakter menarik angklung terdapat pada pola permainan kelompok. Setiap pemain dapat bertanggung jawab terhadap nada tertentu sehingga sebuah komposisi hanya dapat terbentuk melalui koordinasi bersama. Karena karakter tersebut, angklung memiliki dimensi musikal sekaligus sosial.

Angklung sangat lekat dengan kebudayaan Sunda di Jawa Barat, meskipun dalam perkembangannya alat musik ini dimainkan secara luas di berbagai daerah, lembaga pendidikan, serta pertunjukan internasional.

Tari Saman

Tari Saman dari Aceh masuk dalam List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding pada 2011.

Tarian ini terkenal dengan kekompakan gerakan para penari yang duduk berjajar. Tepukan tangan, tepukan dada, gerakan tubuh, dan nyanyian membentuk pola ritmis yang dapat berlangsung dalam tempo sangat cepat.

Saman berasal dari masyarakat Gayo dan menjadi bagian penting dari berbagai kegiatan sosial serta budaya. Kekuatan pertunjukannya terletak pada koordinasi kelompok, ketepatan ritme, serta hubungan antara gerakan dan syair.

Noken Papua

Pada 2012, UNESCO memasukkan Noken, tas rajut atau anyaman multifungsi masyarakat Papua, ke daftar warisan budaya yang membutuhkan perlindungan mendesak.

Noken dibuat dari berbagai bahan alami, termasuk serat kulit kayu dan tumbuhan tertentu. Penggunaannya sangat luas, mulai dari membawa hasil kebun, kayu, barang kebutuhan sehari-hari, hingga membawa anak.

Lebih dari sekadar wadah, noken memiliki nilai sosial dan identitas budaya bagi berbagai komunitas di Papua. Teknik pembuatannya diwariskan melalui praktik langsung dan membutuhkan pengetahuan mengenai pemilihan bahan, pengolahan serat, serta teknik ikatan atau rajutan.

Tiga Genre Tari Tradisional Bali

Pada 2015, UNESCO mengakui Three Genres of Traditional Dance in Bali. Pengelompokan ini mencerminkan sistem tradisi tari Bali yang berkaitan dengan fungsi pertunjukan, ruang, serta konteks upacara.

Tiga kelompok tersebut dikenal sebagai Wali, Bebali, dan Balih-balihan. Tari Wali umumnya berkaitan dengan upacara sakral, Bebali mempunyai fungsi seremonial sekaligus pertunjukan, sedangkan Balih-balihan lebih berorientasi pada hiburan.

Berbagai tarian seperti Rejang, Baris Upacara, Topeng Sidhakarya, Gambuh, Legong Kraton, dan sejumlah bentuk tari lainnya menjadi bagian dari ekosistem seni Bali yang melibatkan penari, pemusik, pembuat kostum, komunitas adat, serta ruang-ruang pertunjukan tradisional.

Pinisi: Seni Pembuatan Kapal Sulawesi Selatan

Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi masuk Representative List UNESCO pada 2017.

Warisan ini pada dasarnya berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan pembuatan kapal tradisional, bukan sekadar bentuk kapal yang telah selesai dibuat. Tradisi tersebut berkembang kuat di Sulawesi Selatan, terutama dalam komunitas pembuat kapal yang mewariskan pengetahuan konstruksi secara turun-temurun.

Pembuatan kapal melibatkan pemahaman tentang pemilihan kayu, hubungan antarkomponen lambung, teknik sambungan, organisasi kerja, serta berbagai tradisi yang menyertai proses konstruksi. Pinisi kemudian menjadi salah satu simbol terkenal dari sejarah maritim Indonesia.

Tradisi Pencak Silat

Pada 2019, UNESCO mengakui Traditions of Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.

Pencak silat mencakup lebih dari teknik pertarungan. Tradisinya dapat memadukan aspek olahraga, bela diri, seni, mental-spiritual, musik, pakaian tradisional, serta nilai sosial.

Berbagai daerah mempunyai aliran dan karakter yang berbeda. Minangkabau mengenal tradisi silek, Jawa Barat memiliki beragam perguruan silat Sunda, sementara berbagai sistem pencak silat juga berkembang di Jawa, Sumatra, Banten, Betawi, Madura, Sulawesi, dan daerah lainnya.

Keberagaman tersebut menjadikan pencak silat sebagai sebuah payung budaya yang terdiri atas berbagai tradisi lokal.

Gamelan

Gamelan masuk Representative List UNESCO pada 2021. Ansambel gamelan umumnya terdiri atas berbagai instrumen seperti gong, kendang, metallophone, rebab, gambang, suling, dan instrumen lain sesuai tradisi daerah.

Gamelan berkembang terutama di Jawa dan Bali, tetapi bentuk ansambel sejenis juga terdapat di daerah lain. Setiap tradisi mempunyai sistem musikal, laras, repertoar, teknik permainan, dan fungsi sosial yang berbeda.

Dalam kebudayaan Jawa, gamelan berkaitan erat dengan wayang, tari, upacara keraton, ritual, hingga pertunjukan rakyat. Di Bali, gamelan hadir dalam berbagai bentuk seperti Gong Kebyar, Semar Pegulingan, Gender Wayang, dan ansambel lainnya.

Budaya Sehat Jamu

Pada 2023, UNESCO memasukkan Jamu wellness culture ke Representative List.

Jamu merupakan tradisi pengetahuan mengenai ramuan berbahan tumbuhan dan bahan alami yang telah lama berkembang di Indonesia. Berbagai bahan seperti kunyit, jahe, kencur, temulawak, asam jawa, dan rempah lain digunakan dalam berbagai racikan tradisional.

Tradisi jamu tidak hanya ditemukan dalam industri modern. Pengetahuan tersebut juga hidup melalui keluarga, peracik tradisional, penjual jamu, pasar, kebun tanaman obat, hingga praktik pembuatan ramuan di rumah.

Pencatatan UNESCO menyoroti budaya dan pengetahuan yang mengelilingi jamu, bukan memberikan penilaian medis terhadap setiap klaim khasiat ramuan.

Reog Ponorogo

Pada 2024, Reog Ponorogo performing art masuk ke UNESCO List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding.

Reog merupakan seni pertunjukan yang sangat erat dengan Ponorogo, Jawa Timur. Salah satu unsur visual paling terkenal adalah Dadak Merak, topeng besar yang menampilkan kepala singa dengan hiasan bulu merak.

Pertunjukan Reog melibatkan berbagai karakter dan unsur artistik, termasuk Warok, Jathil, Bujang Ganong, Klono Sewandono, musik pengiring, gerak tari, kostum, serta tradisi kelompok seni.

Status dalam daftar perlindungan mendesak menunjukkan pentingnya upaya menjaga keberlanjutan pengetahuan, komunitas pelaku, proses regenerasi, serta lingkungan sosial yang memungkinkan tradisi tersebut terus dipraktikkan.

Kebaya

Pada 2024, UNESCO mencatat Kebaya: knowledge, skills, traditions and practices melalui nominasi multinasional yang melibatkan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kebaya berkembang dalam berbagai gaya, bahan, dan cara pemakaian. Di Indonesia terdapat kebaya Jawa, kebaya Bali, kebaya encim, serta berbagai variasi regional lainnya.

Warisan yang diakui mencakup bukan hanya pakaian fisik, tetapi juga keterampilan membuat, memakai, menata, serta tradisi sosial yang berkaitan dengan kebaya.

Perkembangannya menunjukkan karakter kebudayaan Asia Tenggara yang saling terhubung sekaligus memiliki ekspresi lokal yang beragam.

Kolintang

UNESCO pada 2024 juga mencatat Cultural practices and expressions linked to Balafon and Kolintang in Mali, Burkina Faso, Côte d'Ivoire and Indonesia dalam Representative List.

Dari Indonesia, unsur penting dalam nominasi tersebut adalah Kolintang, tradisi musik yang sangat dikenal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Instrumen kolintang tersusun dari bilah-bilah kayu bernada yang dimainkan dengan alat pemukul.

Tradisi kolintang mencakup pengetahuan tentang pembuatan instrumen, sistem permainan, repertoar, pertunjukan, serta interaksi sosial dalam komunitas pemilik tradisi.

Pantun

Pantun menjadi salah satu tambahan terbaru dalam daftar warisan budaya Indonesia di UNESCO. Pada 2025, Pantun tercatat dalam Representative List melalui nominasi bersama Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Pantun merupakan bentuk sastra lisan yang mempunyai struktur khas. Dalam bentuk yang sangat dikenal di Indonesia, pantun terdiri atas empat baris dengan hubungan antara sampiran dan isi, serta pola persajakan tertentu.

Fungsi pantun sangat luas. Pantun dapat digunakan untuk menyampaikan nasihat, humor, kasih sayang, nilai moral, sindiran, pendidikan, hingga komunikasi dalam acara adat.

Kekuatan pantun terletak pada kemampuan mengemas gagasan secara ringkas tetapi puitis. Tradisi tersebut berkembang dalam berbagai bahasa dan komunitas Melayu di Nusantara sehingga memiliki banyak bentuk lokal.

Situs Warisan Budaya Indonesia yang Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Selain warisan takbenda, Indonesia memiliki situs budaya yang tercatat dalam UNESCO World Heritage List. Hingga daftar terbaru, UNESCO mencatat 10 properti Warisan Dunia di Indonesia, terdiri atas situs budaya dan alam. Enam properti berikut termasuk kategori budaya: Borobudur, Prambanan, Sangiran, Lanskap Budaya Bali dengan Sistem Subak, Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, serta Sumbu Kosmologis Yogyakarta dan Penanda Bersejarahnya.

Kompleks Candi Borobudur

Borobudur Temple Compounds masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1991.

Borobudur dibangun di Jawa Tengah sekitar abad kedelapan hingga kesembilan dan merupakan salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. Struktur candi tersusun secara bertingkat dengan teras, relief, stupa, serta patung Buddha yang membentuk perjalanan simbolis melalui konsepsi kosmologi Buddhis.

Kompleks Warisan Dunia Borobudur juga mencakup Candi Mendut dan Candi Pawon, yang mempunyai hubungan penting secara historis dan religius dengan Borobudur.

Kompleks Candi Prambanan

Prambanan Temple Compounds juga masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1991.

Kompleks ini mencakup Prambanan atau Loro Jonggrang, Sewu, Bubrah, dan Lumbung. UNESCO mencatat bahwa kompleks Prambanan sendiri terdiri atas sekitar 240 candi, sedangkan Candi Sewu merupakan kompleks Buddha besar yang menunjukkan dinamika keagamaan dan kebudayaan Jawa pada masa klasik.

Relief Prambanan menampilkan kisah Ramayana dalam tradisi visual Jawa. Arsitekturnya memperlihatkan kemampuan teknologi konstruksi batu yang sangat maju pada masanya.

Situs Manusia Purba Sangiran

Sangiran Early Man Site tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1996.

Sangiran terletak di wilayah Jawa Tengah dan menjadi salah satu kawasan penting bagi penelitian mengenai evolusi manusia. Kawasan ini menghasilkan berbagai fosil manusia purba, hewan, serta artefak yang memberikan informasi tentang lingkungan dan kehidupan prasejarah di Pulau Jawa.

Nilai Sangiran terletak pada kekayaan lapisan geologis dan bukti arkeologis yang memungkinkan penelitian mengenai perkembangan manusia selama periode yang sangat panjang.

Lanskap Budaya Bali dan Sistem Subak

Pada 2012, UNESCO memasukkan Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy ke Daftar Warisan Dunia.

Subak adalah sistem pengelolaan irigasi tradisional yang mempunyai dimensi teknis, sosial, religius, serta ekologis. Pengairan sawah tidak hanya dilakukan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui kelembagaan masyarakat dan jaringan pura air.

Sistem tersebut berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu gagasan tentang keharmonisan hubungan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan spiritual.

Lanskap sawah bertingkat Bali yang terkenal merupakan hasil interaksi panjang antara kondisi alam, teknologi pertanian, organisasi sosial, serta praktik keagamaan.

Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto

Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto menjadi Warisan Dunia UNESCO pada 2019.

Kawasan ini berkaitan dengan sistem pertambangan batubara yang berkembang pada masa kolonial di Sumatra Barat. Situs Warisan Dunia tersebut tidak hanya mencakup area pertambangan, tetapi juga jaringan pengolahan, transportasi kereta api, dan fasilitas pelabuhan yang saling terhubung.

Sawahlunto kemudian berkembang menjadi kota pertambangan dengan berbagai bangunan dan infrastruktur yang menjadi bukti transformasi ekonomi serta teknologi pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Sumbu Kosmologis Yogyakarta dan Penanda Bersejarahnya

Pada 2023, The Cosmological Axis of Yogyakarta and its Historic Landmarks masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Situs ini menggambarkan tata ruang Yogyakarta yang dibentuk berdasarkan konsep kosmologi Jawa. Hubungan antara Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, kawasan kota, dan arah menuju Laut Selatan menjadi bagian penting dari konsepsi ruang tersebut.

Sumbu utama kota berhubungan dengan sejumlah penanda bersejarah seperti Tugu Yogyakarta, Keraton, dan Panggung Krapyak. Tata ruang tersebut berkaitan dengan konsep perjalanan kehidupan manusia, pemerintahan, filosofi Jawa, serta hubungan simbolis antara manusia dan alam.

Pencatatan Yogyakarta melengkapi keberagaman Warisan Dunia budaya Indonesia, mulai dari bangunan keagamaan kuno, situs prasejarah, sistem pertanian tradisional, kawasan industri bersejarah, hingga tata ruang kota berbasis filosofi.

Warisan Dokumenter Indonesia dalam Memory of the World UNESCO

UNESCO juga memiliki program Memory of the World, yang berbeda dari World Heritage dan Intangible Cultural Heritage. Program ini berfokus pada warisan dokumenter, seperti manuskrip, arsip, rekaman, dokumen sejarah, serta koleksi yang mempunyai arti penting bagi ingatan dunia.

Indonesia memiliki sejumlah warisan dokumenter yang tercatat dalam International Memory of the World Register. Pada 2023, misalnya, UNESCO mencatat tiga nominasi yang berkaitan dengan Indonesia, yaitu arsip Konferensi Tingkat Tinggi pertama Gerakan Non-Blok, pidato Sukarno “To Build the World Anew”, serta Hikayat Aceh.

Pidato Sukarno tersebut disampaikan dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-15 di New York pada 30 September 1960 dan terdokumentasi melalui arsip teks, foto, suara, serta film.

Daftar Memory of the World terus berkembang. Dalam register 2025 terdapat pula Kartini Letters and Archive: the struggle for gender equality, nominasi bersama Indonesia dan Belanda yang mendokumentasikan kehidupan, gagasan pendidikan, emansipasi, serta pemikiran Raden Ajeng Kartini.

Perbedaan Warisan Dunia dan Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Istilah “warisan UNESCO” sering digunakan secara umum, padahal setiap program mempunyai kategori berbeda.

World Heritage berkaitan dengan situs atau kawasan yang memiliki nilai universal luar biasa. Contohnya adalah Borobudur, Prambanan, Sangiran, Subak Bali, Ombilin Sawahlunto, dan Sumbu Kosmologis Yogyakarta.

Intangible Cultural Heritage berkaitan dengan praktik budaya yang hidup dalam masyarakat, seperti batik, wayang, gamelan, pencak silat, jamu, kebaya, Reog Ponorogo, dan pantun.

Sementara itu, Memory of the World berkaitan dengan warisan dokumenter seperti manuskrip, arsip, dokumen bersejarah, rekaman audio, dan film.

Perbedaan tersebut penting karena status “diakui UNESCO” tidak selalu berarti sebuah unsur masuk dalam Daftar Warisan Dunia. Sebuah tradisi dapat tercatat dalam daftar Warisan Budaya Takbenda, sementara dokumen bersejarah dapat tercatat dalam Memory of the World.

Warisan Budaya Indonesia dalam Daftar Tentatif UNESCO

Indonesia masih mempunyai berbagai situs yang berada dalam Tentative List atau daftar tentatif Warisan Dunia. Status tersebut berarti situs telah diajukan sebagai kandidat potensial untuk proses nominasi pada masa mendatang, tetapi belum sama dengan status Warisan Dunia UNESCO.

Daftar tentatif Indonesia antara lain mencakup Kawasan Gua Prasejarah Karst Maros-Pangkep, Warisan Budaya Megalitik Kawasan Lore Lindu, Kompleks Percandian Muarajambi, Jalur Perdagangan Rempah, Kebun Raya Bogor, kawasan seni cadas Sangkulirang-Mangkalihat, Kota Tua Jakarta, Kota Lama Semarang, permukiman tradisional Nagari Sijunjung, lanskap Banda, dan permukiman tradisional Tana Toraja. UNESCO mencatat pembaruan sejumlah kandidat Indonesia pada 15 April 2025.

Keberadaan dalam daftar tentatif menjadi bagian dari tahap pengusulan, sehingga penyebutan situs-situs tersebut sebagai “Warisan Dunia UNESCO” sebelum resmi ditetapkan perlu dihindari.

Daftar Ringkas Warisan Budaya Takbenda Indonesia di UNESCO

Berdasarkan daftar resmi UNESCO, rangkaian elemen Indonesia mencakup Wayang Puppet Theatre, Indonesian Kris, Indonesian Batik, program pendidikan dan pelatihan Batik Pekalongan, Indonesian Angklung, Saman Dance, Noken, Three Genres of Traditional Dance in Bali, Pinisi, Traditions of Pencak Silat, Gamelan, Jamu Wellness Culture, Reog Ponorogo Performing Art, Kebaya, praktik budaya yang berkaitan dengan Kolintang, serta Pantun. Daftar UNESCO terbaru mencatat total 16 elemen yang terkait dengan Indonesia dalam daftar dan register Warisan Budaya Takbenda.

Urutan pencatatan tersebut menunjukkan perjalanan panjang pengakuan internasional terhadap kebudayaan Indonesia. Wayang dan keris menjadi bagian dari elemen paling awal, disusul batik, angklung, Saman, noken, tari Bali, Pinisi, pencak silat, gamelan, jamu, kemudian tiga pencatatan pada 2024 dan Pantun pada 2025.

Makna Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO

Pengakuan UNESCO memberikan dokumentasi internasional terhadap tradisi dan situs yang telah tumbuh jauh sebelum proses nominasi dilakukan. Nilai utama sebuah warisan tetap berada pada masyarakat, pelaku budaya, pengetahuan lokal, lingkungan tempat tradisi berkembang, serta proses pewarisan antargenerasi. Batik tetap hidup karena keterampilan pembatik diteruskan. Gamelan bertahan karena terdapat pengrawit, pembuat instrumen, guru, sanggar, dan komunitas pertunjukan. Pinisi tetap menjadi tradisi ketika pengetahuan pembuat kapal diwariskan. Pantun bertahan ketika bahasa dan praktik berpantun tetap digunakan. Jamu hidup melalui pengetahuan mengenai bahan, proses pembuatan, serta kebiasaan sosial yang menyertainya. Hal serupa berlaku pada warisan fisik. Borobudur dan Prambanan membutuhkan konservasi berkelanjutan; Sangiran membutuhkan perlindungan terhadap konteks arkeologisnya; Subak membutuhkan keberlangsungan lanskap pertanian dan komunitas pengelolanya; sementara Sumbu Kosmologis Yogyakarta harus dipahami sebagai hubungan antara tata ruang, bangunan bersejarah, praktik budaya, dan filosofi. Dengan demikian, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO menggambarkan spektrum budaya yang sangat luas. Di dalamnya terdapat candi berusia lebih dari seribu tahun, fosil manusia purba, sawah dengan sistem pengairan tradisional, kota pertambangan bersejarah, tata ruang kosmologis, kain batik, pertunjukan wayang, gamelan, pencak silat, seni pembuatan kapal, ramuan jamu, kebaya, Reog Ponorogo, Kolintang, hingga tradisi sastra lisan berupa Pantun. Setiap warisan menyimpan pengetahuan mengenai cara masyarakat Nusantara membangun kehidupan, berhubungan dengan lingkungan, menciptakan karya seni, menyampaikan nilai, mengelola sumber daya bonanza88jp, serta meneruskan identitas budaya. Keanekaragaman tersebut menjadikan Indonesia bukan hanya pemilik peninggalan bersejarah yang penting, melainkan juga rumah bagi berbagai tradisi hidup yang memiliki arti bagi warisan kebudayaan dunia.

B. DATA ORANG TUA / WALI

1. Nama

A. Nama Ayah                           :

B. Nama Ibu                               :

2. Alamat

A. Alamat Ayah                        :

B. Alamat Ibu                            :

3. No Telp. / HP

A. Ayah                                       :

B. Ibu                                           :

4. Pekerjaan Orang Tua

A. Ayah                                       :

B. Ibu                                           :

5. Pendidikan Terakhir

A. Ayah                                       :

B. Ibu                                           :

 

Susie M. Whiteman

Susie M. Whiteman

 

Susie M. Whiteman

Susie M. Whiteman

 

 

 

pilih

pilih

Kepala Sekolah

( PUTUT SUDIYONO, S.Pd. )

Orang Tua / Wali*

( Susie M. Whiteman )

*PPDB SMK Ma'arif 4-5 Tambakboyo 2022 / 2023

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman